Tag Archives: Katun Jepang

GROSIR SPREI KATUN JEPANG – edisi Juni 2014

Grosir Sprei Katun Jepang

Toko Sprei || Grosir Sprei | Sprei Cipadu | Jual Sprei | jual Bedcover | Grosir Sprei Murah | Jual Sprei Murah | Pusat Grosir Sprei Pasar Cipadu | sprei katun jepang motif

Grosir Sprei Katun Jepang

Grosir Sprei Katun Jepang

ONLINESPREI.COM
kontak kami :
Fifie Nurlia
Hp/WhatsApp 0877 820 757 29
Pin bb 2A0A154C
Jito
Hp/WhatsApp 0856 92134 333 / 08888 0184 13
Pin bb 7A7B2E83

Judul Katalog Katun Jepang Motif

Katalog sprei lainya Toko Sprei Cipadu

KATUN JEPANG MOTIF – Toko Sprei Cipadu

KATUN JEPANG MOTIF

Toko Sprei || Grosir Sprei | Sprei Cipadu | Jual Sprei | jual Bedcover | Grosir Sprei Murah | Jual Sprei Murah | Pusat Grosir Sprei Pasar Cipadu | sprei katun jepang motif

Katun Jepang Motif

Katun Jepang Motif

 

ONLINESPREI.COM
kontak kami :
Fifie Nurlia
Hp/WhatsApp 0877 820 757 29
Pin bb 2A0A154C
Jito
Hp/WhatsApp 0856 92134 333 / 08888 0184 13
Pin bb 7A7B2E83

Judul Katalog Katun Jepang Motif

Katalog sprei lainya Toko Sprei Cipadu

KATUN JEPANG PANEL – Grosir Sprei Cipadu

KATUN JEPANG PANEL

Toko Sprei || Grosir Sprei | Sprei Cipadu | Jual Sprei | jual Bedcover | Grosir Sprei Murah | Jual Sprei Murah | Pusat Grosir Sprei Pasar Cipadu | sprei katun jepang panel

Katun Jepang Panel

Katun Jepang Panel

ONLINESPREI.COM
kontak kami :
Fifie Nurlia
Hp/WhatsApp 0877 820 757 29
Pin bb 2A0A154C
Jito
Hp/WhatsApp 0856 92134 333 / 08888 0184 13
Pin bb 7A7B2E83

Judul Katalog  Katun Jepang Panel

Katalog sprei lainya Toko Sprei Cipadu

Tidur Mendengkur atau Ngorok

Tidur Mendengkur atau Ngorok

Anda Tidur Mendengkur?
Mungkin Anda menderita Sleep Apnea…

Tidur Mendengkur atau tidur mengorok bisa dialami siapa saja. Selain suara dengkuran yang bisa mengganggu orang lain, mengorok kadang juga menjadi indikasi masalah kesehatan yang serius. Bagaimana caranya agar tidak mengorok saat tidur? Kapan ngorok perlu diterapi?

dr Dito Anurogo, konsultan kesehatan di detikHealth menjelaskan mengorok merupakan bunyi atau suara yang muncul saat seseorang tidur karena menyempitnya jalan napas nasofaring. Akibatnya aliran udara selama bernapas rileks menggetarkan bagian-bagian yang lunak dari saluran atau jalan napas orofaring.

Tidur mendengkur - Tidur Nyenyak - Katun Jepang

Tidur mendengkur – Tidur Nyenyak – Katun Jepang

Ada sebuah gangguan tidur yang bernama Obstructive Sleep Apnea (OSA), yang ditandai dengan kantuk berlebihdan mendengkur.Pada gangguan ini terjadi penyempitan saluran nafas atas saat tidur.Penyempitan ini menyebabkan getaran pada bagian-bagian lunak saluran nafas sehingga menghasilkan suara ngorok atau dengkuran.

Tidur mendengkur – Penyempitan ini mengakibatkan tidak efektifnya pertukaran oksigen dan karbondioksida sewaktu tidur. Lebih jauh lagi, dengan semakin melemasnya otot-otot lidah, menyebabkan lidah terjatuh dan menyumbat sama sekali saluran nafas sehingga terjadi henti nafas (apnea). Pada saat ini terjadi peningkatan karbondioksida drastis yang akan mengaktifkan sebuah sensor di tubuh yang akan membangunkan si penderita untuk kembali bernafas. Bayangkan jika ini terjadi berulang kali selama tidur. Tetapi, di pagi hari si pendengkur tidak tahu apa yang terjadi di malam sebelumnya. Karena periode bangun yang terjadi adalah periode bangun singkat (mini arousal) yang ringan namun sudah mengganggu proses tidur penderitanya. Tidur jadi terpotong-potong. Akibatnya di pagi hari si penderita merasa tidak segar dan masih kurang istirahat tanpa tahu bahwa dirinya bangun berulang kali malam sebelumnya. Tidak jarang ia juga mengeluhkan sakit kepala di pagi hari. Sedangkan pada siang harinya, karena kesibukan ia tidak merasakan kantuk, tetapi di saat meeting atau mengendara kantuk bisa menyerang setiap saat dan tak tertahankan! Kemampuan mental seperti daya ingat dan konsentrasi pun menurun. Berikutnya adalah kualitas emosional yang memburuk, sehingga penderitanya akan menjadi mudah marah atau tersinggung.

Karena kerasnya dengkuran dan keadaan emosional yang terganggu ada pasangan yang akhirnya memutuskan untuk bercerai.Nyawa pun banyak yang melayang karena kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kantuk dan berkurangnya refleks menghindar.Dua contoh ini sudah menggambarkan betapa besar pengaruh OSA pada hidup manusia.Saya sering menjumpai penderita OSA yang tidak pernah mau lagi menyetir karena pernah atau hampir mengalami kecelakaan. Bahkan salah satunya sampai menangis ketika menceritakan bagaimana ia hampir mencelakakan seluruh anggota keluarganya karena kantuk yang menyerang saat mengendara.

Tidur Mendengkur pada kesehatan juga tidak dapat dianggap remeh. Para ilmuwan telah memutuskan bahwa OSA adalah faktor penyebab bagi hipertensi, dan menjadi faktor resiko bagi penyakit jantung, diabetes dan stroke. Beberapa penelitian dan juga pengalaman pribadi menemukan adanya penurunan berarti pada tekanan darah setelah perawatan sleep apnea dilakukan. Setelah mengatasi mendengkur, penderita diabetes pun menunjukkan angka gula darah yang lebih terkontrol.

Tidur Mendengkur – Untuk mendiagnosa OSA seseorang pendengkur harus menjalani overnight sleep study. Dimana ia akan direkam dan diamati semalam penuh selama tidur. Yang direkam adalah gelombang otak, tegangan otot, gerakan bola mata, tegangan otot, suara dengkuran, posisi tidur, aliran udara nafas, pergerakan nafas, denyut jantung, kadar oksigen dalam darah, hingga gerakan kaki. Pemeriksaan ini tidak bersifat invasif maupun menyakitkan, hanya ditempeli beberapa sensor yang terhubung dengan komputer, lalu tidur.Sleep study biasanya dilakukan di sleep laboratory atau laboratorium tidur dengan menggunakan alat yang bernama polisomnografi (PSG).

Setelah diagnosa OSA ditegakkan, perawatan bisa dimulai. Pada jaman dahulu perawatan OSA dilakukan dengan operasi tracheostomy, dimana leher penderita dilubangi dan diberi sebuah tabung/selang yang akan memberikan jalan nafas baru, menggantikan jalan nafas atas yang sering menyempit saat tidur. Tetapi kini terdapat beberapa pilihan terapi.Pertama adalah dengan operasi pelebaran saluran nafas atas (UPPP) dengan membuang uvula dan bagian langit-langit mulut yang lunak atau dengan tekniksomnoplasty yang aman dan mudah.Ada pula operasi plastik atau mulut untuk mengatasi penyempitan jalan nafas yang disebabkan oleh kecilnya rahang bawah.Dokter gigi juga menyarankan penggunaan dental appliances untuk mengganjal mulut hingga mencegah lidah terjatuh ataupun melebarkan saluran nafas.

Sementara pilihan utama adalah dengan meniupkan udara bertekanan ke saluran nafas selama tidur untuk menjaganya tetap terbuka. Selama tidur ia menggunakan sebuah masker hidung atau hidung dan mulut yang dihubungkan dengan sebuah alat yang bernama CPAP (Continuous Positive Airway Pressure). Beberapa orang yang menggunakan pada awalnya memerlukan adaptasi terlebih dahulu.Kesulitan beradaptasi dengan CPAP bisa diatasi dengan pendampingan serta informasi yang menyeluruh dari ahli kesehatan tidur dan terutama dukungan dari keluarga.Persistensi untuk terus menggunakan CPAP amatlah penting untuk perbaikan penyakit dan kualitas hidup.

Tidur mendengkur – Penggunaan CPAP menjadi pilihan utama banyak orang karena mudah, tanpa operasi maupun obat-obatan dan perbaikan yang signifikan sudah dapat langsung dirasakan setelah pemakaian pertama.Para ahli kedokteran tidur pun menganjurkan penggunaan CPAP sebagai standar terapi.  Kekurangannya adalah pengguna CPAP tidak dapat mencium pasangannya karena terhalang masker, tetapi ini biasanya dilakukan sebelum tidur bukan?

Tidur mendengkur – Terlepas dari cara perawatan yang dipilih, perbaikan peri laku dan gaya hidup tetap harus dilakukan. Pengurangan berat badan pada penderita OSA dengan obesitas dapat membantu keberhasilan terapi.Kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol maupun obat tidur harus dihentikan. Sedangkan bagi penderita OSA ringan dan pendengkur yang tidak mengalami periode henti nafas, dianjurkan juga tidur dalam posisi miring untuk mencegah jatuhnya lidah ke arah belakang. Salah satu cara yang cukup efektif adalah dengan menempelkan bola tenis di punggung untuk mencegah posisi tidur terlentang.

Tidur Mendengkur – Masih banyak gangguan tidur lain yang dibahas dalam kategori terpisah, seperti insomnia, narkolepsi, periodic limb movement dan parasomnia. Gangguan-gangguan tidur ini, walau tak sesering sleep apnea, tetap harus diperhatikan sebagai diagnosa banding. OSA menjadi prioritas karena banyaknya penderita yang tidak menyadari kondisi dan akibatnya. Semoga tulisan singkat ini dapat menjadi awal bagi kesadaran kita akan kesehatan tidur.

Untuk mengatasi tidur mendengkur atau tidur mengorok, dr Dito dalam jawaban konsultasi di detikHealth menyarankan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Hindari Kebiasaan Merokok

Merokok dapat mengiritasi membran mukus atau selaput lendir pada saluran napas bagian atas yang menyebabkan pembengkakan dan meningkatkan produksi lendir.

2. Hindari Minum Obat Tertentu Sebelum Tidur

Obat penenang atau tranquilizer, pil tidur, dan antihistamin perlu dihindari konsumsinya sebelum tidur. Jika harus meminumnya, minumlah 2-3 jam sebelum tidur

3. Olahraga Teratur.

4. Hindari Posisi Tidur Telentang atau Tengkurap

Posisi tidur telentang memudahkan seseorang untuk tidur mendengkur. Sebaiknya tidur miring ke kanan atau ke kiri. Jika harus telentang, maka pakailah bantal.

5. 15 Menit Memanjakan Diri Sebelum Tidur

Rileks sebelum tidur bisa membantu mengurangi mendengkur. Cara untuk memanjakan diri bisa dengan menulis hal-hal yang menyenangkan sepanjang hari, yoga, mendengarkan musik klasik, atau melakukan aktivitas ringan lainnya yang menyenangkan.

6. Hindari Makan, Minum, dan Ngemil Sebelum Tidur

Intinya adalah jangan pergi tidur dalam keadaan perut kekenyangan.

7. Mengurangi Berat Badan

Orang yang memiliki badan gemuk alias kelebihan berat badan cenderung mendengkur saat tidur. Karena itu, kurangilah berat badan dengan cara yang sehat yakni dengan berolahraga teratur, banyak beraktivitas, dan menjaga pola makan.

Menurut dr Dito, pembedahan alias operasi bisa dilakukan jika mendengkur dirasa sudah sangat mengganggu. Biasanya operasi dilakukan dengan metode tonsilektomi, uvulopalatopharyngoplasty, laser/electrocautery/microfrequency.

Sementara itu pakar kesehatan tidur dari RS Medistra Jakarta dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT menyebut terapi mendengkur dilakukan jika memang ada sebab tertentu. “Kalau misalnya hanya mendengkur kalau tidurnya telentang, caranya agar tidak mendengkur ya tidur miring,” kata dr Rima dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (19/6/2013).

Yang perlu diwaspadai adalah jika terjadi sleep apnea yang mengacu pada terganggunya pernapasan selama 10 detik atau lebih. Sleep apnea jangan diremehkan karena bisa mengakibatkan kematian mendadak, karena oksigennya bisa turun sangat rendah.

“Pernah ada pasien saya, oksigennya sampai 40 persen, padahal normalnya 90 persen. Itu bisa menyebabkan gangguan irama jantung,” sambung dr Rima.

Sumber
kingkoilindonesiadotcom
Detikhealth